Yes..Jesus Know

Januari 5, 2009

jesus

YANG MULIA

Juni 26, 2008

Juni 26, 2008

Bagaimana kalau Allah punya Telepon ?
Bagaimana kalau Allah punya Telepon ? Bayangkan bila kita pada saat berdoa kita mendengar jawaban ini : “ Terima kasih Anda telah menghubungi Rumah Bapa. Pilihlah salah satu : ………tekan 1 untuk meminta ; tekan 2 untuk mengucap syukur ; tekan 3 untuk mengeluh ; tekan 4 untuk permintaan lainnya. “ Atau bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini : “ Saat ini semua malaikat sedang membantu yang lain, tetaplah menunggu. Panggilan anda akan dijawab sesuai dengan urutannya.” Bisakah anda bayangkan bila pada saat anda berdoa, Anda dapat merespon seperti ini: “ Jika Anda mau berbicara dengan Gabriel, tekan 1; dengan Michail, tekan 2 ; dengan malaikat Cinta ( jikalau cantik jatuh cintanya sama Saya aja ) dengan malaikat lainnya, tekan 3.” “ Jika Anda ingin mendengar nyayian raja Daud saat menunggu, tekan 4.” “ Untuk pesan tempat dirumah Bapa, tekan Y,O,H,A,N,E,S dan tekan 3,1,6. Puji Tuhan, Allah mengasihi kita, anda dapat meneleponnya setiap saat! Anda hanya perlu memanggil sekali dan Dia mendengar Anda, karena Yesus, Anda tidak akan pernah mendengar nada sibuk. Tuhan menerima panggilan dan tahu siapa pemanggilnya secara pribadi. Ketika Anda memenggil, Tuan menjawab; Anda menangis minta tolong dan Dia akan berkata : “ Ini Aku “ ( Yesaya 58 : 9 ) Ketika Anda memenggil, gunakan” Nomor Telepon Darurat” di bawah ini: Ketika dikecewakan sesama Yohanes 14 Jika ketika Anda ingin berbuah Yohanes 15 Ketika Anda berdosa Mazmur 51 Ketika Anda Khawatir Matius 6: 19-34 Untuk arti Kekristenan 1 Korintus 5:15-19 Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan Matius 11:25-30 Butuh Motivasi Filipi 4:13 Butuh berkat I Petrus 3: 8-12 Jikalau jatuh cinta pada saya Hubungi : 021-80887207 E-mail : harapanmuliasirait@yahoo.co.id PPD Pemuritan Doulos Jakarta ,Pengembangan KRISTIAN SIRAIT

KASIHNYA LUAR BIASA

Juni 26, 2008

Kasih, Kekayaan, dan Kesuksesan
Seorang wanita keluar dari rumah dan melihat 3 lelaki tua dengan janggut putih panjang duduk di halaman depan rumahnya. Ia tidak mengenal mereka.

Ia berkata, “Saya tidak mengenal kalian, tetapi kalian pasti lapar. Silahkan masuk dan ada sesuatu untuk kalian makan. “

“Apakah suamimu ada di rumah?” mereka bertanya.

“Tidak,” ia menjawab, “ia sedang keluar.”

“Kalau begitu kami tidak dapat msuk ke dalam,” jawab mereka.

Pada sore hari, ketika suaminya pulang ke rumah, ia bercerita kepada suaminya mengenai kejadian tersebut. “Pergi dan katakan kepada mereka bahwa aku di rumah dan aku mengundang mereka masuk!” Si isteri keluar dan mengundang 3 lelaki tua itu masuk.

“Kami tidak dapat masuk bersamaan ke sebuah rumah,” jawab mereka. “Mengapa begitu?” tanya si isteri.

Satu dari lelaki tua itu menjawab, “Namanya ada ‘kekayaan’,” katanya sambil menunjuk seorang kawannya, kemudian ia menunjuk ang lain dan berkata, “dia adalah ‘Kesuksesan’, dan aku adalah ‘Kasih’.” Kemudian ia menambahkan, “Sekarang masuklah dan diskusikan dengan suamimu yang mana dari kami yang klian ingin berada di dalam rumah?”

Si wanita masuk ke rumah dan mengatakan kepada suaminya mengenai hal tersebut. “Menyenangkan sekali!” jawabnya. “bila seperti itu, mari kita undang ‘Kekayaan’. Biarkan dia datang dan mengisi rumah tangga kita dengan kekayaan!” Isterinya tidak setuju. “Sayangku, kenapa kita tidak mengundang ‘Kesuksesan’?” Menantu perempuan mereka mendengarkan dari salah satu sudut rumah. Ia melompat ke dalam dan menyarankan, “Apakah tidak sebaiknya kita mengundang ‘Kasih’? Rumah tangga kita akan terisi oleh kasih!” “Baiklah kita setuju dengan saran dari menantu kita,” kata sang suami kepada isterinya. “Pergilah dan undang ‘Kasih’ menjadi tamu kita.”

Si wanita keluar dan berkata kepada 3 lelaki tua tersebut, “Yang mana dari Anda bernama ‘Kasih’, silahkan datang dan menjadi tamu kami.” “Kasih” bangun dan mulai berjalan masuk ke rumah. dua lelaki tua lainnya juga bangun dan mengikutinya.

Si wanita terkejut dan bertanya kepada “Kekayaan” dan “Kesuksesan”, “Saya hanya mengundang ‘Kasih’, mengapa kalian juga masuk?” Para lelaki tua tersebut menjawab serentak, “Jika kau mengundang ‘Kekayaan’ atau ‘Kesusksesan’, dua orang dari kami akan tinggal di luar, tetapi karena kau mengundang ‘Kasih’, kemana pun dia pergi, kami akan pergi bersamanya.

Dimana ada “Kasih”, di sana juga ada “Kekayaan” dan “Kesuksesan”

Juni 22, 2008
Suatu hari, aku bangun dini hari untuk menyaksikan sang surya terbit. Dan keindahan karya ciptaan Tuhan sungguh tak terlukiskan. Sementara aku mengaguminya, aku memuliakan Tuhan oleh karena karya-Nya yang mempesona. Sementara aku duduk di sana, aku merasakan kehadiran Allah dalam diriku.

 

Ia bertanya kepadaku,
“Apakah engkau mengasihi Aku?”
Aku menjawab, “Tentu saja Tuhan! Engkaulah Allah dan Juruselamat-ku!”

 

Kemudian Ia bertanya,
“Seandainya engkau cacat jasmani, apakah engkau akan tetap mengasihi Aku?”

 

Aku terpana. Aku memandangi tanganku, kakiku dan seluruh bagian tubuhku yang lain sambil memikirkan betapa banyak pekerjaan yang tidak akan dapat aku lakukan, pekerjaan-pekerjaan yang selama ini aku anggap biasa. Dan aku menjawab, “Akan sangat berat Tuhan, tetapi aku akan tetap mengasihi Engkau.”

 

Kemudian Tuhan berkata,
“Seandainya engkau buta, apakah engkau akan tetap mengagumi ciptaan-Ku?” Bagaimana aku dapat mengagumi sesuatu tanpa dapat melihatnya? Kemudian pikiranku melayang kepada orang-orang buta di muka bumi ini dan betapa banyak di antara mereka yang mengasihi Tuhan dan mengagumi ciptaan-Nya. Jadi aku menjawab, “Sulit dibayangkan Tuhan, tetapi aku akan tetap mengasihi Engkau.”

 

Kemudian Tuhan bertanya kepadaku,
“Seandainya engkau tuli, apakah engkau akan tetap mendengarkan firman-Ku?”
Bagaimana aku dapat mendengar jika aku tuli? Aku tersadar, mendengarkan Firman Tuhan tidak hanya dengan telinga, tetapi dengan hati. Maka aku menjawab, “Akan sangat berat, Tuhan, tetapi aku akan tetap mendengarkan firman-Mu.”

 

Kemudian Tuhan bertanya,
“Seandainya engkau bisu, apakah engkau akan tetap memuliakan Nama-Ku?”
Bagaimana aku dapat memuji tanpa bersuara? Lalu menjadi jelas bagiku: Tuhan menghendaki kita menyanyi dari kedalaman hati dan jiwa kita. Tidak jadi soal apakah suara kita terdengar sumbang. Dan memuliakan Tuhan tidak selalu dengan nyanyian, tetapi dengan berbuat baik kita menyampaikan pujian kepada Tuhan dengan ucapan syukur. Jadi aku menjawab, “Meskipun aku tidak dapat melantunkan nyanyian pujian, aku akan tetap memuliakan Nama-Mu.”

 

Dan Tuhan bertanya, “Apakah engkau sungguh mengasihi Aku?”
Dengan tegas dan penuh keyakinan, aku menjawab lantang, “Ya Tuhan! Aku mengasihi Engkau karena Engkaulah satu-satunya Allah yang Benar.”

 

Aku pikir aku telah menjawab dengan benar, tetapi ….

 

Tuhan bertanya, “JIKA DEMIKIAN, MENGAPA ENGKAU BERDOSA?”

 

Aku menjawab, “Karena aku hanyalah seorang manusia yang tidak sempurna.”

 

“JIKA DEMIKIAN, MENGAPA PADA SAAT SUKA ENGKAU MENYIMPANG JAUH?
MENGAPA HANYA PADA SAAT DUKA SAJA ENGKAU BERDOA DENGAN KHUSUK?”

 

Tidak ada jawaban. Hanya air mata.

 

Tuhan melanjutkan:

 

“Mengapa melantunkan pujian hanya di gereja dan di tempat-tempat retret?
Mengapa datang kepada-ku hanya pada saat doa?
Mengapa meminta dengan demikian egois?
Mengapa tidak setia?”

 

Air mata mengalir jatuh di pipiku.

 

“Mengapa engkau malu akan Aku?
Mengapa engkau tidak mewartakan Kabar Sukacita?
Mengapa pada saat aniaya engkau berpaling kepada yang lain sementara Aku menyediakan punggung-Ku untuk memikul bebanmu?
Mengapa mengajukan alasan-alasan ketika Aku memberimu kesempatan untuk melayani dalam Nama-Ku?”

 

Aku berusaha menjawab, tetapi tidak ada jawab yang keluar.

 

“Engkau dikaruniai hidup. Aku menciptakan engkau, jangan sia-siakan hidupmu.
Aku memberkati engkau dengan talenta-talenta untuk melayani Aku, tetapi engkau senantiasa menghindar.
Aku telah menyingkapkan rahasia Firman-Ku kepadamu, tetapi pengetahuanmu tidak bertambah.
Aku berbicara kepadamu, tetapi telingamu tertutup rapat.
Aku menunjukkan belas kasih-Ku kepadamu, tetapi matamu tidak melihat.
Aku mengirimkan penolong-penolong bagimu, tetapi engkau duduk berpangku tangan sementara mereka engkau singkirkan.
Aku mendengarkan doa-doamu dan Aku telah menjawab semuanya.”

 

“APAKAH ENGKAU SUNGGUH MENGASIHI AKU?”

 

Aku tidak mampu menjawab. Bagaimana mungkin? Aku amat malu.
Aku tidak punya penjelasan. Apa yang dapat aku katakan?
Ketika hatiku menjerit dan air mata telah membanjir, aku berkata,
“Ampuni aku, Tuhan. Aku tidak layak menjadi anak-Mu.”

 

Tuhan menjawab, “Itu Rahmat, Anak-Ku.”
Aku bertanya, “Jika demikian, mengapa Engkau terus-menerus mengampuni aku? Mengapa Engkau demikian mengasihi aku?”

 

Tuhan menjawab, “Karena engkau adalah Ciptaan-Ku. Engkau adalah Anak-Ku. Aku tidak akan meninggalkan engkau.”

 

Jika engkau menangis, hati-Ku hancur dan Aku akan menangis bersamamu.
Jika engkau bersorak kegirangan, Aku akan tertawa bersamamu.
Jika engkau putus asa, Aku akan menyemangatimu.
Jika engkau jatuh, aku akan mengangkatmu.  
Jika engkau lelah, Aku akan menggendongmu.
Aku akan menyertaimu sampai akhir jaman, dan Aku akan selalu mengasihimu selamanya.”

 

Belum pernah aku menangis sedemikian pilu sebelumnya.
Bagaimana mungkin aku bersikap dingin dan beku selama ini?
Bagaimana mungkin aku melukai hati-Nya dengan segala kelakuanku? Aku bertanya kepada Tuhan, “Berapa besar Engkau mengasihi aku, Tuhan?”

 

Tuhan merentangkan kedua belah tangan-Nya, dan aku melihat tangan-Nya yang berlubang tertembus paku.
Aku bersimpuh di kaki Kristus, Juruselamat-ku.
Dan untuk pertama kalinya aku berdoa dengan segenap hati.
Anonim

KASIH SETIAMU

Juni 22, 2008

Kasih setiaMu yang kurasakan

lebih tinggi dari langit biru

KebaikanMu yang tlah Kaunyatakan

Lebih dalam dari lautan

BerkatMu yang telah kuterima

Sempat membuatku terpesona

Apa yang tak pernah kupikirkan

Itu yang Kausediakan bagiku

Siapakah aku ini Tuhan

Jadi biji mataMu

Dengan apa kan kubalas Tuhan

Slain puji dan sembah Kau

Jesus

Mei 27, 2008

 

Tuhan Yesus Berkata

Jika kau tak pernah merasa sakit, bagaimana kau tahu bahwa Aku Penyembuh?

Jika kau tak pernah pergi tanpa kesulitan, bagaimana kau tahu bahwa Aku Pelepas?

Jika kau tidak pernah menghadapi pencobaan, bagaimana kau dapat memanggil dirimu pemenang?

Jika kau tidak pernah merasa sedih, bagaimana kau tahu bahwa Aku Penghibur?

Jika kau tidak pernah membuat kesalahan, bagaimana kau tahu Aku Pengampun?

Jika kau tahu semua hal, bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menjawab pertanyaan-pertanyaanmu?

Jika kau tidak pernah berada dalam kesulitan, bagaimana kau tahu bahwa Aku akan datang untuk menyelamatkanmu?

Jika kau tidak pernah hancur, lalu bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat memulihkanmu?

Jika kau tidak pernah menghadapi masalah, bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat menyelesaikannya?

Jika kau tidak mengalami beberapa penderitaan, lalu bagaimana kau tahu bahwa Aku dapat melaluinya?

Jika kau tidak pernah melalui api, lalu bagaimana kau menjadi murni?

Jika Aku memberikan semua barang kepadamu, bagaimana kau akan menghargainya?

Jika Aku tidak pernah mengoreksimu, bagaimana kau tahu bahwa Aku mengasihimu?

Jika kau punya semua kemampuan, bagaimana kau belajar bergantung kepadaKu?

Jika hidupmu sempurna, lalu untuk apa engkau memerlukan Aku?

Anonim

ini aku

Mei 24, 2008

Lucu ya Tampangnya…….

jengan menyerah ya…..

Mei 24, 2008

Apapun yang anda alami, pandang itu sebagai proses menuju kebaikan yg sudah Tuhan sediakan buat anda. Coba lihat orang lain, dan mengucap syukur karena Tuhan selalu mengijinkan sesuatu terjadi tanpa melebihi kekuatan yang kita miliki, mengucap syukur karena Tuhan masih menyertai kita.

Pengalaman

Mei 23, 2008

Pengalaman seorang wanita yang membayar lunas hutangnya dengan cara unik

Seorang wanita yang doyan belanja harus menghadapi kenyataan bahwa hutang kartu kreditnya telah mencapai $20,000 (kurang lebih Rp.180 juta) dan dia tidak memiliki uang untuk membayar.

Bukan hanya itu. Selang beberapa waktu, iapun harus kehilangan pekerjaannya. Terlilit dengan masalah seberat itu, wanita bernama Karyn Bosnak mendapat akal untuk membuat sebuah website di internet. Isi website itu ialah cerita tentang kesulitan yang sedang ia hadapi dan meminta tolong pada siapapun yang membuka website-nya untuk membantu menyumbang sekadarnya.

Tak disangka tak diduga, dalam kurun waktu 20 minggu, satu demi satu orang yang tak sengaja membuka website-nya mulai menyumbang dengan rela hati hingga akhirnya hutang Karyn terbayar lunas!

Mendapat mujizat seperti itu, hidup Karyn-pun berubah. Ia berubah menjadi seorang yang benar-benar berbeda. Dia jadi lebih menghargai hidup, menghargai orang lain, dan suka menyumbang. Karyn yang tadinya tidak peduli dengan penderitaan orang lain, menjadi sibuk memberi donasi kemanapun ia pergi. Bahkan ia tengah menabung untuk dapat menyumbang ke yayasan-yayasan sosial yang membutuhkan.

Majalah The New York Times pernah menobatkan website Karyn sebagai salah satu ide terbaik sepanjang tahun 2002. Dan website itu kini masih aktif, tapi isinya sudah berbeda. Kini isinya ialah berbagai tips agar orang bebas dari hutang.

Salah satu nasehat dalam website itu ialah “jangan menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan atau hanya sekedar keinginan mata saja”.

Karyn sendiri menyaksikan “Saya sendiri terlibat hutang hanya karena belanja! Makan, jalan, ke salon, ke mal dan lain-lain. Tau-tau hutang sudah menumpuk”, kisahnya.

“Lemari saya penuh baju dan sepatu. Tapi uang ongkos saja saya tidak punya. Gengsi dan nafsu belanja memang menghancurkan segalanya. Para wanita khususnya, harus benar-benar belajar mengendalikan diri”.

Ide membuat website itu tiba-tiba datang pada Karyn dan langsung ia kerjakan. Setelah jalan beberapa waktu, diantara banyak kritik pedas dan hinaan, ada orang-orang dari seluruh dunia yang mau memberi padanya hingga akhirnya hutangnya bisa lunas.

“Saya tidak menyarankan orang lain akan meniru saya, karena pemborosan hingga berhutang seperti yang saya lakukan adalah tindakan yang sangat salah. Dan tidak semua orang memperoleh pertolongan seperti saya. Saya sangat beruntung. Tapi yang membuat saya heran ialah karena masih banyak orang di luar sana yang mau menolong orang lain. Itu membuat hidup saya berubah. Kini semua pengeluaran saya teratur dan saya selalu terbeban untuk menolong orang lain. Saya juga kapok mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Pengalaman ini telah saya tulis dalam bentuk buku agar orang lain dapat belajar dari kesalahan saya. Pokoknya, jangan mau hidup terlilit hutang. Keputusan ada ditangan kita, kok”, ujarnya bersemangat

motivasi2

Mei 23, 2008

 
Siapa yang pernah berhutang mohon tunjuk jari? Saya
yakin hampir semua yang membaca tulisan ini akan
tunjuk jari. Termasuk saya sendiri. Siapa yang pernah
punya masalah dengan hutang harap tunjuk jari? Nah,
sekarang banyak yang tidak tunjuk jari tapi malah
senyum-senyum. Mungkin ada yang teringat pengalaman
pribadinya, atau mungkin sulit untuk mengakuinya.
Meski kadang kita malu mengakuinya, saya yakin banyak
diantara kita yang pernah memiliki masalah dengan
hutang. Entah dari sekedar terlambat membayar kartu
kredit hingga tiap hari ditelpon petugas kartu kredit,
hingga didatangi debt collector yang kasar dan serem.

Untuk apa kita berhutang? Umumnya hutang digambarkan
sebagai “solusi atas masalah keuangan kita”. Lihat
saja iklan2 produk perbankan, semua menggambarkan
hutang sebagai solusi. Hutang memang akan menjadi
solusi ketika kita bisa mengelola nya dengan benar.
Namun dapat menjadi masalah ketika tidak dikelola
dengan baik. Dan yang lebih penting lagi, ketika
hutang sudah menjadi masalah, bagaimana mengatasinya?

Bagi Anda yang pernah ada dalam posisi berhutang dan
merasakan beratnya membayar hutang, pasti ingat
alternatif apa yang kita pikirkan ketika hutang
menjadi masalah. Ya, berhutang lagi. Hampir selalu
begitu. Pengalaman saya bekerja di perbankan adalah
demikian. Sebagian besar debitur yang bermasalah, akan
mencoba mengatasi masalah dengan menambah hutang. Ini
sama saja mengatasi masalah dengan masalah. Hasilnya
ya masalah yang lebih besar.

Saya juga pernah dalam posisi berhutang, dan
Alhamdulillah dapat mengatasinya. Bagaimana saya bisa
menyelesaikan masalah saya dulu? Ternyata bukan dengan
berhutang lagi. Masalah ternyata tidak dapat
diselesaikan dengan masalah, namun harus diselesaikan
secara tuntas dari dalam ke luar (inside-out). Ibarat
pengobatan, harus dari dalam, baru manjur. Berikut
sharing pengalaman saya:

Jangan menghindar. Mengalami masalah dalam berhutang
itu wajar dan dapat diselesaikan. Jadi Anda jangan
sampai menghindar dari pemberi hutang. Semakin Anda
menghindar, masalah akan semakin besar. Hadapi dan
ajak bicara baik-baik. Tawarkan solusi dan ajak
diskusi. Mereka juga berkepentingan supaya Anda mampu
membayar hutang. Anda juga tidak perlu merasa dalam
posisi di bawah. Hubungan bisnis itu posisinya setara.
Para konglomerat yang punya hutang trilyunan saja (dan
nunggak bertahun-tahun!) kalau bernegosiasi dengan
pejabat pemerintah tampil super pe-de. Jadi kalau
hutang Anda masih puluhan atau ratusan juta ya santai
aja.

Jangan membuat pikiran kita terpaku dengan memikirkan
masalah hutang. Semakin dipikirkan, maka masalah akan
semakin berat. Lagipula, suatu masalah tidak akan
selesai dengan dipikirkan. Sebagai ganti nya, mulailah
berpikir tentang peluang-peluang dan
kesempatan-kesempatan untuk memperoleh uang tambahan
TANPA BERHUTANG. Kalau kita berpikiran bahwa solusi
akan datang dengan cara mencari hutang lagi, maka itu
yang akan terjadi. Jadi stop memikirkan bahwa kita
akan menambah hutang untuk menutup hutang. Pikirkan
peluang.

Mungkin Anda akan protes, walah susah nih, bagaimana
caranya? Peluang apa? Hari ini mungkin Anda belum
kepikiran, tapi InsyaAllah Tuhan akan memberikan
pertolongan ketika Anda mulai berpikir tentang
peluang. Perhatikan sekitar Anda, adakah peluang untuk
menghasilkan uang tambahan secara halal dengan cepat?
Saya yakin pasti ada. Ketika kita mulai berpikir
tentang peluang, pintu rizki akan terbuka. Saya pernah
membuktikannya.

Terus bersyukur. Ini yang paling berat. Mana mungkin
dalam keadaan babak-belur “terjepit hutang” masih
bersyukur. Justru disini tantangannya. Tuhan Maha
Bijaksana. Pengalaman berhutang ini tentu ada
maksudnya. Saya yakin maksud tadi adalah baik untuk
Anda. Barangkali akan mengantarkan Anda pada posisi
yang jauh lebih baik. Maka tidak ada alasan untuk
tidak bersyukur. Tiap detik, tiap waktu, ucapkan rasa
syukur di hati dan di bibir. Caranya dengan
mengingat-ingat anugerah dari Tuhan yang sudah Anda
terima. Anak Anda yang lucu-lucu, pasangan Anda yang
baik, Pekerjaan Anda yang diperebutkan ribuan orang,
bisnis Anda yang Alhamdulillah masih berjalan, dan
banyak lagi. Ini penting untuk menjaga agar hati Anda
selalu dalam keadaan “feel good”. Peluang tidak akan
datang kepada orang dengan pikiran yang suntuk dan
hati yang terus menggerutu. Ganti isi pikiran dan hati
Anda dengan rasa syukur yang mendalam.

Tetap berbahagia. Masalah serius yang saya amati dari
orang yang menghadapi masalah hutang adalah mereka
menjadi tidak bahagia. Mereka merasa jadi orang susah.
“Aura” susah ini terpancar keluar dan akhirnya mereka
canggung dalam berbisnis, akibatnya bisnis ya makin
susah. Anda harus selalu berbahagia. Hutang Anda
terjadinya di dunia “luar” Anda. Diri Anda yang ada di
dalam Anda tidak terpengaruh apapun yg terjadi di luar
sana. Kalau Anda mau bahagia, maka jadilah Anda
bahagia SEKARANG, apapun keadaan Anda. Dengan selalu
bahagia, “aura” bahagia Anda akan selalu terpancar,
bahasa tubuh Anda akan enak, ngomong lancar, berbisnis
pun lancar. Susah dipahami ya? Hehehe … kalau gitu
praktekkan saja.

Ambil tindakan. Ketika ada peluang untuk mendapatkan
rizki tambahan tanpa berhutang, segera ambil tindakan.
Sekecil apapun itu. Kadang Tuhan bekerja dengan
misterius. Hal-hal yg kelihatannya kecil dan sepele,
kadang menjadi besar dan membawa berkah di masa depan.
Jangan ada hari tanpa tindakan. Mulai setiap hari Anda
dengan semangat, karena Anda tahu akan melakukan apa
hari ini.

Pasrahkan. Dengan tetap berusaha, selalu pasrahkan
pada Tuhan penyelesaian terbaiknya. Let it God. Tuhan
Maha Tahu dan Bijaksana, pasti akan memberikan solusi
yang terbaik. Kadang Tuhan membayarkan hutang Anda
dengan cara yang unik, maka Anda harus selalu
open-minded. Saya pernah melunasi hutang saya dengan
cara barter. Hutang saya, ternyata dapat saya tukar
dengan skill dan knowledge (software) yang zero cost
buat saya. Peluangnya datang begitu tiba-tiba, ketika
orang yang memberi hutang menanyakan dimana mencari
vendor suatu software yang dia perlukan. Langsung saya
sambar kesempatan ini dengan menyatakan bahwa saya
bisa memberikan. Besoknya langsung saya majukan
proposal. Dan ketika matanya terbelalak membaca angka
di proposal saya, saya berbaik hati memberikan secara
gratis, asal hutang saya dianggap nol. Kami langsung
berjabat tangan.

Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
Termasuk hutang. Bahkan masalah yang Anda hadapi
mungkin adalah salah satu bagian dari pembelajaran
Anda menjadi pebisnis besar. Kalau mengatasi hutang
puluhan juta saja tidak bisa bagaimana nanti jadi
konglomerat yang punya hutang ratusan milyar? Jadi
bagi yang sedang punya masalah dengan hutang, tetap
semangat, selalu bersyukur, dan selalu hadirkan
kebahagiaan di hati. InsyaAllah semua akan beres. (FR)

April 19, 2008

The end  (don't warry the end of week LOL)

April 19, 2008

Luther Vandross

Back when I was a child,
Before life removed all the innocence,
My father would lift me high,
And dance with my mother and me,
And then…
Spin me around til’ I fell asleep,
Then up the stairs he would carry me,
And I knew for sure I was loved

If I could get another chance,
Another walk, another dance with him,
I’d play a song that would never ever end
How I’d love love love…
To dance with my father again.

Ooooh…

When I and my mother would disagree,
To get my way I would run from her to him.
He’d make me laugh just to comfort me,
Yeah yeah…
Then finally make me do just what my momma said.

Later that night when I was asleep,
He left the dollar under my sheet.
Never dreamed that he, would be gone from me.

Repeat Chorus

If I could steal one final glance,
One final step,
One final dance with him,
I’d play a song that would never ever end.
Co’z I’d love love love, to dance with my father again.

Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my momma cried for him
I pray for her even more than me…
I pray for her even more than me…..

4 Measure Instrumental

I know I’m praying for much too much,
But could you send me The only man she loved.
I know you don’t do it usually,
But dear Lord she’s dying,
To dance with my father again.

Every night I fall asleep and this is all I ever dream…

Motivasi

April 19, 2008

 Kemampuan adalah melihat halaman kosong dan menciptakan puisi

kemampuan adalah  menghadapi rasasa takut,dan menjadi lebih kuat karenanya

kemampuan adalah memasuki ruangan penuh orang asing dan keluar dengan teman

kemampuan adalah mengakui kau salah ketika kau salah

kemampuan adalah berdiri lagi jika kau jatuh

kemampuan adalah tetap percaya ketika semua tampak sia-sia.