Pengalaman

Pengalaman seorang wanita yang membayar lunas hutangnya dengan cara unik

Seorang wanita yang doyan belanja harus menghadapi kenyataan bahwa hutang kartu kreditnya telah mencapai $20,000 (kurang lebih Rp.180 juta) dan dia tidak memiliki uang untuk membayar.

Bukan hanya itu. Selang beberapa waktu, iapun harus kehilangan pekerjaannya. Terlilit dengan masalah seberat itu, wanita bernama Karyn Bosnak mendapat akal untuk membuat sebuah website di internet. Isi website itu ialah cerita tentang kesulitan yang sedang ia hadapi dan meminta tolong pada siapapun yang membuka website-nya untuk membantu menyumbang sekadarnya.

Tak disangka tak diduga, dalam kurun waktu 20 minggu, satu demi satu orang yang tak sengaja membuka website-nya mulai menyumbang dengan rela hati hingga akhirnya hutang Karyn terbayar lunas!

Mendapat mujizat seperti itu, hidup Karyn-pun berubah. Ia berubah menjadi seorang yang benar-benar berbeda. Dia jadi lebih menghargai hidup, menghargai orang lain, dan suka menyumbang. Karyn yang tadinya tidak peduli dengan penderitaan orang lain, menjadi sibuk memberi donasi kemanapun ia pergi. Bahkan ia tengah menabung untuk dapat menyumbang ke yayasan-yayasan sosial yang membutuhkan.

Majalah The New York Times pernah menobatkan website Karyn sebagai salah satu ide terbaik sepanjang tahun 2002. Dan website itu kini masih aktif, tapi isinya sudah berbeda. Kini isinya ialah berbagai tips agar orang bebas dari hutang.

Salah satu nasehat dalam website itu ialah “jangan menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan atau hanya sekedar keinginan mata saja”.

Karyn sendiri menyaksikan “Saya sendiri terlibat hutang hanya karena belanja! Makan, jalan, ke salon, ke mal dan lain-lain. Tau-tau hutang sudah menumpuk”, kisahnya.

“Lemari saya penuh baju dan sepatu. Tapi uang ongkos saja saya tidak punya. Gengsi dan nafsu belanja memang menghancurkan segalanya. Para wanita khususnya, harus benar-benar belajar mengendalikan diri”.

Ide membuat website itu tiba-tiba datang pada Karyn dan langsung ia kerjakan. Setelah jalan beberapa waktu, diantara banyak kritik pedas dan hinaan, ada orang-orang dari seluruh dunia yang mau memberi padanya hingga akhirnya hutangnya bisa lunas.

“Saya tidak menyarankan orang lain akan meniru saya, karena pemborosan hingga berhutang seperti yang saya lakukan adalah tindakan yang sangat salah. Dan tidak semua orang memperoleh pertolongan seperti saya. Saya sangat beruntung. Tapi yang membuat saya heran ialah karena masih banyak orang di luar sana yang mau menolong orang lain. Itu membuat hidup saya berubah. Kini semua pengeluaran saya teratur dan saya selalu terbeban untuk menolong orang lain. Saya juga kapok mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu. Pengalaman ini telah saya tulis dalam bentuk buku agar orang lain dapat belajar dari kesalahan saya. Pokoknya, jangan mau hidup terlilit hutang. Keputusan ada ditangan kita, kok”, ujarnya bersemangat

Leave a Comment